"Ya dulu gak ada yang protes, nggak ada yang berani protes. Itu kan lain urusannya," kata Menteri ESDM, Jero Wacik, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Di era Soeharto, kenaikan harga BBM cukup diputuskan berdua dengan menteri pertambangan dan energi plus menteri keuangan. Setelah keduanya mengadakan pertemuan, langsung diumumkan kenaikan harga melalui media massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi kala itu tentu saja sangat bertolak belakang dengan era reformasi. Tidak mungkin tepat lagi bila cara serupa yang ditempuh pemerintah.
Sejak masih tahap rencana, sudah disosialisasikan kepada masyarakat alasan kenaikan berikut dengan opsi alternatifnya dan program kompensasi yang disiapkan. Semua dijelaskan secara rasional dan disampaikan secara terbuka.
"Ada satu dua fraksi yang menolak. Ya dalam demokrasi, mana ada sih yang semuanya setuju? Selalu ada yang tidak setuju," kata Jero menanggapi penolakan dari DPR.
(lh/dru)











































