Chief Operating Officer Power, Mining &v Downstream PT Medco Energi Budi Basuki mengatakan pada dasarnya setiap mobil yang baru keluar dari showroom mobil sudah disiapkan pemerintah subsidi Rp 6 juta/tahun bahkan lebih.
"Hitungan kami, tiap tahun pemerintah berikan subsidi Rp 6 juta/tahun untuk 1 mobil baru, subsidi tersebut berasal dari subsidi BBM," kata Budi, di kantornya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah tiap satu liter premium mensubsidi Rp 2.300, sementara masih bukan rahasia umum mobil masih bebas pakai premium, itu dari subsidi BBM saja, belum lagi pemerintah harus buatkan infrastruktur jalan, dan sebagainya," katanya.
Namun, kata Budi, sebenarnya yang dia soroti di sini adalah peran serta ATPM (agen tunggal pemegang merek), mereka sudah sangat diuntungkan pemerintah, sehingga mobilnya laku keras.
"Seharusnya ATPM mau mendukung program pemerintah, bantu pemerintah, salah satunya mendukung program konversi BBM ke BBG," kata Budi.
Selama ini salah satu penghambat program konversi adalah ketakutan masyarakat yang kendaraannya dimodifikasi memakai converter kit untuk pemakaian BBG adalah hilangnya garansi kendaraan.
"ATPM bisa bantu, dengan tetap menggaransi apabila mesin mobil dipasang converter kit, sambil menunggu principal siap memproduksi mobil yang sudah include dengan BBG," tukas Budi.
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo juga mengatakan, kalau program konversi berhasil, pemerintah tidak harus pusing memikirkan subsidi BBM yang tiap tahun mencapai triliunan rupiah.
"Mau naik harga minyak dunia kita tidak pusing, kalau kita semua kendaraannya pakai BBG, gas kita banyak dan berlimpah," kata Widjajono.
(rrd/dnl)











































