Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) di Februari 2012 mencapai US$ 122,17 per barel, naik US$ 6,26 per barel dari US$ 115,91 per barel di Januari 2012.
Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 124,63 per barel atau naik US$ 6,25 per barel dari Januari 2012 yang mencapai US$ 118,38 per barel.
Demikian pengumuman Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip dari Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Selasa (3/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Eskalasi ketegangan antara Iran dengan negara-negara Barat terkait masalah nuklir Iran:
- Iran telah menghentikan ekspor minyak mentah ke negara-negara Eropa sebagai bentuk perlawanan atas embargo impor minyak mentah Iran.
- Kurang kooperatifnya Iran dalam memenuhi inspeksi fasilitas nuklir oleh Badan energi Atom Internasional.
- Provokasi kekuatan militer Iran di kawasan Selat Hormuz.
2. Meningkatnya permintaan produk minyak khususnya jenis heating oil di kawasan Eropa akibat musim dingin yang ekstrem serta gangguan pasokan gas dari Rusia.
3. Turunnya pasokan minyak mentah dari negara-negara non OPEC lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya serta adanya gangguan pasokan minyak mentah dari Sudan, Suriah, dan Yaman akibat konflik politik.
4. Meningkatnya ekspektasi pasar atas pertumbuhan ekonomi dunia yang ditunjukkan dengan:
- Penyelesaian hutang Yunani, Menteri Keuangan negara-negara Uni Eropa menyetujui dana talangan tahap kedua kepada Yunani.
- Membaiknya perekonomian Amerika Serikat yang diindikasikan dengan turunnya tingkat pengangguran.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah disebabkan terutama oleh faktor tingginya permintaan minyak mentah jenis direct burning untuk pembangkit listrik di Jepang akibat musim dingin yang berkepanjangan dan membaiknya perekonomian China dengan adanya kebijakan moneter Bank Sentral China.
Selengkapnya perkembangan rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Februari 2012, dibandingkan bulan Januari 2012, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 1,94 per barel dari US$ 100,32 per barel menjadi US$ 102,26 per barel.
- Brent (ICE) naik US$ 7,61 per barel dari US$ 111,45 per barel menjadi US$ 119,06 per barel.
- Tapis (Platts) naik sebesar US$ 7,42 per barel dari US$ 118,63 per barel menjadi US$ 126,05 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 5,56 per barel dari US$ 111,76 per barel menjadi US$ 117,32 per barel.
Pemerintah sebelumnya berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi karena harga minyak telah tembus di atas US$ 120 per barel atau di atas perhitungan APBN 2012 sebesar uS$ 90 per barel. Harga BBM subsidi rencananya akan dinaikkan Rp 1.500 per liter. Sehingga harga bensin premium dan solar menjadi Rp 6.000 per liter.











































