Seperti diungkapkan Dirjen Energi Baru Terbaharukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika, mengatakan pihaknya sudah teler untuk meningkatkan produksi minyak nasional, sementara kebutuhan akan energi terutama minyak terus meningkat.
“Kita ini sudah teler tingkatkan produksi minyak, sementara seluruh dunia sudah tahu kalau orang Indonesia ini boros dalam penggunaan energi, yang kebutuhan energinya lebih besar dari pada pasokan energi,” ujar Kardaya dalam acara Home and School Energy Champion 2012, di Meseum Listrik dan Energi Baru, Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (3/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bukannya pelit, tapi efesien, stop membuang energi yang tidak diperlukan, khususnya di rumah, pasalnya pada 2009 lalu saja menurut Handbook of Energy and Economic Statistic Tahun 2010, sektor rumah tangga mengkonsumsi energi listrik paling banyak dibandingkan industri, komersial, transfortasi dan sektor lainnya,” kutip Kardaya.
Sementara itu, Kardaya bilang untuk memenuhi kebutuhan energi listrik seluruh rumah tangga se-Indonesia pada 2009 misalnya dibutuhkan energi yang dihasilkan 33.682 barel minyak.
“Padahal sektor ini memiliki potensi penghematan energi hingga 30%, dengan hanya mengurangi produktifitas kita, seperti mematikan komputer yang dipakai jangan dibiarkan dalam kondisi standbay, tidak membiarkan rice cooker menyala terus, tidak men-charger ponsel semalam penuh,” papar Kardaya.
Pasalnya menurut Kardaya, memproduksi 1 barel minyak itu biayanya jauh lebih besar dari pada melakukan efesiensi 1 barel minyak. “Tidak hanya dari segi biaya saja, untuk bisa menghemat 1 barel minyak caranya lebih mudah seperti saya bilang tadi,” tandasnya.
Sebelumnya, menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, pada 2011 produksi lifting minyak Indonesia rata-rata hanya mencapai 903 bph, angka ini jauh di bawah target yang ditetapkan dalam APBN 2011 yakni sebesar 950 bph.
Apalagi saat ini pihaknya sudah mengajukan RAPBN-P 2012 di mana salah satu yang direvisi adalah target lifting minyak yang sebelumnya 950 ribu menjadi 930 bph.
(rrd/ang)











































