Tifatul 'Berkicau': Mau Berdemo soal BBM Naik, Monggo

Tifatul 'Berkicau': Mau Berdemo soal BBM Naik, Monggo

- detikFinance
Selasa, 06 Mar 2012 09:17 WIB
Tifatul Berkicau: Mau Berdemo soal BBM Naik, Monggo
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring mempersilahkan masyarakat untuk melakukan demonstrasi terkait kebijakan pemerintah yang akan menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tifatul ikut-ikutan menyampaikan aspirasi atas kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan BBM bersubsidi harus naik.

Uniknya, Politisi PKS ini menyampaikan hal tersebut dalam situs jejaring sosial twitter di akun @tifsembiring, Senin Malam (5/3/2012).

Tifatul menceritakan alasan-alasan pemerintah yang 'terpaksa' menaikkan harga BBM. Awalnya Tifatul menyinggung masalah kenaikan harga minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya Tifatul mengatakan ketegangan di selat Hormutz tidak bisa diabaikan. Issu nuklir Iran, dengan tekanan AS, maka negara-negara Eropa memboikot Iran.

"Lantas Iran mengancam untuk menutup selat hormutz. Tak pelak lagi harga minyak dunia langsung melambung ke US $ 130/barrel," tulis Tifatul.

Bahkan kalau Israel jadi menyerang Iran, sambung Tifatul diprediksi harga minyak mencapai US $ 170/barrel.

"Hal ini pasti akan memukul APBN Indonesia, khususnya subsidi minyak. Asumsi APBN 2012 IPC hanya US $ 90/barrel," terangnya kembali.

"Maka pada saat bulan Februari harga sudah US $ 122/barrel, maka pemerintah sudah harus menambah subsidi sebesar Rp 127 triliun"

"UU menyatakan bahwa selama tahun 2012, tidak boleh menaikkan BBM. Dalam situasi seperti ini, maju kena, mundur kena," terangnya.

Diungkapkannya, Presiden SBY menyatakan tahun 2012 harga BBM dalam negeri harus disesuaikan. Untuk menaikkan harga BBM tentu harus dengan persetujuan DPR melalui mekanisme APBN-P.

"Masalahnya bukan sekedar setuju atau tidak setuju," tulisnya lagi.

"Apakah harga bbm naik. Ini persoalan kita bersama, dinaikkan maka beban masyarakat meningkat, tidak dinaikkan APBN kita jebol," tuturnya.

Sebenarnya sambung Tifatul, hal ini disebabkan karena faktor luar negeri yang mempengaruhi harga minyak dunia yang mengakibatkan naiknya inflasi hampir disemua negara.

"Pemerintah sedang berupaya keras mengkalkulasi, berapa tepatnya kenaikan penyesuaian harga BBM tersebut," katanya.

Selain itu, ditegaskan pula bagaimana meminimalisir dampak terhadap rakyat miskin, apa kompensasinya yang harus segera dilakukan.

Dari sisi pemerintah Tifatul menyampaikan seluruh K/L dilakukan penghematan pemotongan anggaran. Kemenhut dipotong Rp 1,2 triliun, Kemendagri Rp 500 miliar bahkan Kemnkominfo Rp 146 miliar.

"Untuk masyarakat miskin, disiapkan paket-paket sembako murah, BLT, gratis belajar sampai SMU, subsidi pendidikan dan subsidi dibidang kesehatan," jelasnya.

Ia berjanji, bila situasi dunia kembali aman, harga minyak dunia turun, maka hargapun akan disesuaikan kembali. Selama pemerintahan SBY, sudah dua kali dilakukan menaikkan harga BBMl yakni tahun 2005 dan 2008 dan sudah tiga kali diturunkan.

"Bila ada yang kurang setuju silakan, kalau ada solusi yang lebih baik, sangat kami nantikan. Mau berdemo, monggo saja tidak dilarang," tegasnya.

Pro atau kontra dengan pendapat Tifatul? Reply saja langsung ke akunnya.


(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads