2 SPPBE Molor, Lombok Kekurangan 20 Ribu Tabung Elpiji/Hari

2 SPPBE Molor, Lombok Kekurangan 20 Ribu Tabung Elpiji/Hari

- detikFinance
Selasa, 06 Mar 2012 13:47 WIB
2 SPPBE Molor, Lombok Kekurangan 20 Ribu Tabung Elpiji/Hari
Mataram - Distribusi elpiji 3 kg di Lombok tak kunjung beres. Meski konversi telah berjalan sejak 2010 lalu, hingga kini pasokan elpiji 3 kg di Lombok masih kurang 20 ribu tabung sehari. Kekurangan pasokan, akibat dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) tak kunjung operasi.

Kebutuhan harian elpiji 3 kg di Lombok mencapai 68.000 tabung per hari, namun Pertamina hanya mampu memasok 48.000 tabung.

Pertamina telah menggandeng investor swasta membangun dua SPPBE di Lombok Tengah dan di Lombok Timur. Namun dua SPPBE itu hingga kini belum rampung. Dua SPBE itu tadinya untuk melengkapi dua SPBBE sudah mulai operasi pengujung 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah daerah sudah dari awal meminta Pertamina agar mitra mereka bisa mempercepat proses pembangunan. Tapi sampai saat ini belum juga bisa operasi. Padahal konversi minyak tanah ke elpiji di Lombok sudah dimulai sejak tahun 2010," kata H. Muhammad Nur Asikin, Asisten Perekonomian Pemprov NTB di Mataram, Selasa (6/3/2012).

Asikin mengatakan, Pertamina memang tidak menyiapkan sedari awal infrastruktur distribusi elpiji di Lombok, sehingga sampai saat ini kekurangan pasokan elpiji masih terjadi.

"Kesannya kan memang tidak siap. Akhirnya sekarang juga pasokan masih kurang 20 ribu tabung sehari dari kebutuhan," ujarnya.

Kekurangan itu kata Asikin berusaha ditambal Pertamina dengan mengisi tabung kosong dari Lombok di Denpasar, Bali, dan di Surabaya, Jawa Timur. Dari sana, tabung yang sudah terisi itu diangkut dengan truk ke Lombok. Hanya saja, kata Asikin langkah itu tetap tak efektif.

"Pertamina menjanjikan, dua SPPBE yang saat ini masih dibangun di Lombok Tengah dan Lombok Timur itu akan rampung pada April. Kita berharap tidak molor lagi," kata dia.

Akibat pasokan elpiji yang masih kurang, Pemprov NTB memberanikan diri meminta kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mempertahankan kuota minyak tanah bersubsidi di Lombok. Harusnya distribusi minyak tanah bersubsidi itu harus dihentikan sejak tengah tahun lalu seiring tuntasnya program konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Kementerian ESDM akhirnya menyetujui permintaan Pemprov NTB, dan menurut rencana minyak tanah bersubsidi di Lombok masih akan didistribusikan Pertamina hingga Mei 2012, sebanyak 130 ribu liter tiap hari.

"Kalau tidak ada minyak tanah bersubsidi itu, pasti terjadi gejolak, karena masyarakat akan kesulitan untuk mendapat bahan bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari," kata Asikin.

Saat ini di Lombok, rumah tangga penerima paket konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg mencapai 676.883 rumah tangga, dan pengguna elpiji untuk usaha mikro kecil mencapai 2.188 orang.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads