Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan Presiden SBY sangat berhati-hati dalam menjalankan kebijakan soal subsidi terutama subsidi BBM. Harga BBM tak cuma naik, namun juga akan turun.
"Kita tahu kenaikan harga BBM selalu punya dampak langsung terhadap rakyat. Karena itulah ketika situasi ekonomi sulit pada periode pertama dulu, pemerintah naikkan harga BBM agar ekonomi tetap berjalan. Sejarah juga mencatat Presiden SBY dan pemerintah pernah turunkan harga BBM. Dan itu adalah pertama kali di sejarah republik kita harga BBM diturunkan," tutur Anas di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Dikatakan Anas, di 2011 lalu harga minyak dunia naik, namun pemerintah menahan kenaikan harga BBM subsidi.
"Tapi tahun ini harga minyak dunia terus meroket dan ada faktor eksternal yang berpengaruh kuat. Harga minyak dunia bukan kita yang tentukan tapi dunia internasional yang tentukan," kata Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi menurut Anas, kenaikan harga BBM subsidi merupakan kebijakan yang pahit dan terpaksa karena untuk menjaga kesehatan APBN dan stabilitas sosial.
Pemerintah memang sudah mengajukan rencana kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.500 dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter mulai April 2012. Sebagai penggantinya, akan ada program bantuan langsung tunai (BLT) Rp 150 ribu per bulan selama 9 bulan kepada masyarakat miskin. (dnl/dru)











































