Memang saat ini aksi penimbunan BBM tengah marak karena aksi spekulasi dari oknum-oknum yang memanfaatkan rencana kenaikan harga BBM subsidi April mendatang.
"Jadi biarpun antreannya panjang, kami akan tetap mengirim BBM sesuai kuota, tidak ada tambahan, karena kondisi saat ini, kalau ditambah kami yakin pasti ditimbun. Kalau mau ditambah syaratnya kepolisian tangkapin dulu penimbun BBM biar mereka jera," tegas VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun dalam keterangan tertulisnya yang dikutip detikFinance, Senin (12/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Harun mendorong pihak kepolisian dan satgas khusus yang dibentuk untuk mengawasi distribusi BBM, agar menegakkan hukum dengan menindak para penimbun BBM. "Karena kami tidak bisa menegakkan hukum, yang bisakan pihak kepolisian," tandas Harun.
Seperti diketahui, pemerintah mengajukan kenaikan harga BBM subsisi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter di April 2012. Karena pengumuman pemerintah ini muncul aksi spekulasi menimbun BBM untuk mendapatkan untung.
Masyarakat juga diharapkan agar tidak melakukan pembelian berlebih dan secara proaktif ikut berpartisipasi mencegah aksi penimbunan. Masyarakat dapat melaporkan aksi penimbunan kepada Kepolisian, Pemerintah Daerah, BPH Migas ataupun melalui Contact Center Pertamina 500000 agar dapat ditindaklanjuti dengan tindakan hukum.
"Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk memperluas penegakan hukum untuk mengantisipasi aksi penimbunan BBM bersubsidi," tegas Harun.
(dnl/hen)











































