"Keputusan menaikan harga BBM adalah sepenuhnya melihat sebagai sovereign country. Tidak ada hubungannya dengan negara pendonor," jelas Dirjen Perimbangan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Marwanto menilai kenaikan harga minyak mentah dunia mengharuskan pemerintah untuk melakukan penyesuaian APBN 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Marwanto menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk dialokasikan kepada masyarakat golongan bawah sebagai bentuk kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Sehingga kenaikan BBM tidak akan terlalu mendorong kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, Bank Dunia menilai langkah pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi BBM adalah langkah tepat. Pasalnya, anggaran subsidi bisa lebih dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat serta selama ini subsidi masih belum tepat sasaran.
(nia/dru)











































