"Ini karena sosialisasinya saja dan masih ada waktu untuk berikan pemahaman kepada masyarakat," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di VVIP Room, JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Ia menjelaskan keputusan menaikkan harga BBM memang sangat tidak populer. Tapi harus dilakukan sebab keuangan negara tidak mampu menanggung beban subsidi BBM yang melonjak akibat meroketnya harga minyak dunia dari semula US$ 90 menjadi US$ 120 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah demi menyelamatkan apa yang dianggarkan pemerintah termasuk program prioritas dan pembangunan infrastruktur. Kami melihat menaikkan atau sesuaikan harga BBM sebab ada faktor yang masuk akal," ujar Julian.
Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah skema buat bantuan kepada kelompok warga masyarakat miskin yang terkena dampaknya. Seperti program BLT, bantuan kesehatan, pendidikan, angkutan umum, pangan dan sebagainya.
"Lintas kementerian kini sedang bekerja memastikan bagaimana mereka yang terdampak nanti benar-benar bisa diselamatkan. Itu dibutuhkan kerja keras untuk memverifikasi sehingga sasaran bantuan tidak keliru," papar Julian.
(lh/hen)











































