Polda Kaltim Sita 12 Ton Solar Ilegal di Samarinda

Polda Kaltim Sita 12 Ton Solar Ilegal di Samarinda

- detikFinance
Selasa, 13 Mar 2012 15:27 WIB
Polda Kaltim Sita 12 Ton Solar Ilegal di Samarinda
Samarinda - Resimen Mobil Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim), menyita 12 ton (12.000 liter) solar ilegal yang ditimbun di sebuah gudang penyimpanan BBM jenis solar. Seorang warga, MN (26), sebagai penyewa gudang ditetapkan sebagai tersangka dari kasus tersebut.

Keterangan diperoleh detikFinance, penyitaan 12 ton solar ilegal dari gudang tersebut dilakukan Senin (13/3/2012) kemarin, di kawasan Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda.

"Solar itu disita di sebuah gudang di samping perusahaan kayu PT Sumalindo Lestari Jaya karena tidak memiliki dokumen sah. Gudang itu disewa tersangka MN," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, saat dihubungi detikFinance, Selasa (13/3/2012) siang WITA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus sitaan Resmob Brimob Polda Kaltim itu kini diserahkan ke Polresta Samarinda untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan Satuan Reskrim Polresta Samarinda, kegiatan penjualan BBM ilegal itu sudah berlangsung 1-2 bulan terakhir di wilayah hukum Polresta Samarinda.

"Gudang itu yang jelas bukan gudangnya Sumalindo. Jadi, gudang itu menjadi tempat penimbunan solar-solar yang diangkut dari truk tangki," ujar Wisnu.

"Ke mana tujuan penjualan solar itu, saat ini masih diselidiki. Yang jelas, petugas saat ini masih berkoordinasi dengan Pertamina dan BP Migas," tambahnya.

Beredar kabar, untuk memuluskan penimbunan solar dan penjualannya, diduga kuat turut melibatkan oknum aparat Polri dan TNI sebagai beking. Ditanya itu, Wisnu tidak membantah.

"Itu belum tahu dan tidak bisa menduga-duga. Belum ada kepastian. Kalau pun ada dari Polri, pasti ditindak," tegas Wisnu.

Dijelaskan Wisnu, dari kasus tersebut, tersangka MN dijerat dengan UU No 22/2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kasus ini masih dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan jumlah solar yang disita akan bertambah," tutup Wisnu.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads