"Sebentar saya ingin sampaikan pendapat dengan orang yang tidak punya hati," kata Effendi pada saat penyampaian pendapatnya dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2013).
Alasan Effendi menyebut Jero dan pemerintah tidak punya hati adalah karena memilih menaikkan harga BBM dengan memaksa periubahan APBN 2012 yang menetapkan pembatasan BBM pada 1 April 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi menurut Effendi asumsi harga minyak US$ 90 per barel yang ditetapkan pada APBN 2012 itu diajukan oleh pemerintah sendiri, sementara dari awal DPR khususnya fraksinya sudah mengusulkan asumsi harga minyak US$ 105 per barel.
"Ketidakmampuan pemerintah memprediksi ICP pada tiga-enam bulan ke depan malah berakibat pilihan pemerintah menaikkan harga BBM," ucapnya.
Penyampaian pendapat yang disampaikan Effendi terkesan lama, sementara rapat sudah berjalan sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00 lebih diinterupsi oleh anggota Komisi VII DPR lain.
Namun usulan tersebut diceletuk Effendi dengan berkata: "sebentar saya ingin sampaikan pendapat sama yang tidak punya hati," tegas Efendi.
Namun ternyata ucapan Effendi tersebut mendapat respons keras dari para anggota Komisi VII lainnya, salah satunya Alimin Abdullah dari Fraksi PAN. "Anda jangan bicara seenaknya dengan menyebut orang tidak punya hati, fraksi kami juga mendukung langkah pemerintah bukan berarti kami tidak punya hati, ada dasar jelas kenapa kami mendukung pemerintah," tegas Alimin.
Seusai raker diputuskan diskors 2 jam, di lobi gedung DPR nampak perbincangan Menteri ESDM dengan beberapa anggota DPR yang tidak terima perkataan tidak punya hati tersebut.
Sebelumnya sejak raker yang berlangsung pukul 10.00 diwarnai berbagai interupsi yang hanya membahas perlu tidaknya Dirjen Migas Evita Legowo menyampaikan penjelasan.
Lantas, lalu mana yang lebih punya hati, menaikkan harga BBM dari pada melakukan pembatasan BBM pada 1 April 2012?
(rrd/dnl)











































