"Kami melihat pentingnya memberlakukan kebijakan no surcharge untuk meningkatkan daya saing kami. Program ini dirancang tahun 2007, ke depan harapannya bisa meningkat karena yang antre di Indonesia banyak. Kalau lama bertransaksi seperti sebelumnya karena jaringan yang terbatas," kata Direktur pemasaran dan niaga Pertamina Djaelani Sutomo di Jalan Terogong Raya, Pondok Indah, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Program surcharge, diakui Djaelani merupakan dukungan industri hilir migas dalam penggunaan transaksi tanpa uang tunai yang digagas Bank Indonesia (BI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka sekarang bawa uang, menjadi tidak bawa uang, meski secara pribadi saya masih belum percaya. Masih bawa uang," tegasnya.
Saat ini, 8% pembelanjaan di SPBU Pertamina dilakukan dengan menggunakan kartu. Dengan kartu, konsumen akan mendapatkan harga sesuai dengan harga eceran resmi, tanpa biaya tambahan serta pilihan pembayaran yang lebih bervariasi.
(wep/dnl)











































