Penjagaan bertujuan untuk nengantisipasi kemungkinan pendudukan paksa SPBU oleh masyarakat atau pihak lain, hingga dapat merugikan pengusaha. Hal ini disampaikan Ketua DPP Hiswana Migas Mohamad Ismeth di Jakarta, Rabu (14/3/2012).
"Kita minta bantuan pemerintah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menjamin tidak ada anggota Hiswama Migas yang melakukan penimbunan. Praktik ilegal ini diakui Ismeth akan sulit dilakukan pengusaha SPBU, karena adanya kontrol ketat dari Pertamina.
"Kita tidak mungkin (penimbunan) di SPBU. Kita hanya melakukan stok dan itu sangat mudah dikontrol," ucapnya.
"Kami sendiri siap untuk pencegahan, namun harus ada bantuan kepolisian. Untuk penimbunan kita tidak ada untungnya, tetap harga jual sekian," imbuh Ismeth.
(wep/ang)











































