"Yang jelas penjualan itu (Premium) adalah amanat UU," kata Direktur Pemasaran & Niaga Pertamina Djaelani Sutomo di Restoran Bakoel Sunda Jalan Terogong Raya, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan sebelumnya mengaku pihaknya rugi saat menjual BBM bersubsidi (PSO) sekitar Rp 500 miliar. Belum lagi BUMN migas ini harus menanggung defisit hasil penjualan elpiji Rp 3,8 triliun sepanjang 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VP Corporate Communication Pertamina M. Harun menegaskan, salah satu yang membuat Pertamina rugi menjual BBM subsidi adalah karena penolakan kenaikan alpha penjualan BBM subsidi oleh DPR.
Seperti diketahui, Komisi VII DPR memutuskan alpha BBM bersubsidi dalam APBN-P 2011 tidak mengalami perubahan atau tetap Rp 595,46 per liter. Sementara harga minyak ternyata di atas asumsi dalam APBN.
(wep/dnl)











































