Sejumlah warga yang tinggal wilayah di Kabupaten Berau, yang berada di utara Kaltim mengungkapkan kelangkaan BBM premium sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan tidak kunjung terselesaikan.
"Saya tinggal di Berau, sudah hampir 3 tahun. Setiap hari, SPBU buka pagi, siangnya sudah habis. Tidak pernah buka sore, apalagi malam hari," kata salah seorang warga Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Fadlan, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (13/03/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Tanjung Redeb, ada 6 SPBU. Rata-rata buka pagi, siangnya sudah habis. Jangan harap ada SPBU buka malam hari. Di eceran, harga Rp 8.000-Rp10.000 per liter," ujar Fadlan.
"Kalau pun BBM Premium naik dari harga resmi Rp 4.500 per Liter, silakan saja. Asalkan di sini (Tanjung Redeb), tidak langka. Nyatanya, kesulitan dapat BBM ini akan terus berkepanjangan di Berau," tambah Fadlan.
Demikian halnya dengan wilayah-wilayah lain di Kabupaten Berau, seperti di Talisayan, yang hanya memiliki 1 SPBU. Di Talisayan, SPBU juga tidak pernah buka hingga sore dan malam hari.
"Sama saja di Talisayan. Tidak ada pernah SPBU buka malam hari," kata warga Talisayan, Trisnasari.
Di pedagang BBM premium eceran yang ada di Talisayan, ternyata dijual dengan harga melonjak Rp 12.000 per Liter. Bahkan, apabila benar-benar dalam kondisi kosong, premium di jual Rp 15.000 per Liter.
"Apalagi kalau harga resminya naik ya dari Rp 4.500? Tidak tahu berapa itu harga di eceran? Harga (premium) mahal, tapi di sini justru sulit dapat BBM di SPBU," terang Trisnasari.
(dru/dnl)











































