Ketua Komisi VII DPR yang merupakan anggota Partai Demokrat yaitu Teuku Rifky Harsya mengatakan pihaknya meminta kenaikan TDL 9% ditunda sampai akhir tahun atau bahkan tahun depan.
"Kami minta pemerintah menunda dulu keinginannya menaikan TDL, ya bisa akhir tahun atau bahkan tahun depan saja," kata Rifky di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beban publik yang membuat kami menyarankan ditunda dulu. Karena rakyat akan sangat terbebani karena BBM akan dinaikkan pemerintah, tidak mungkin akan ditambah beban lagi," jelasnya.
Sebelumnya beberapa fraksi lain salah satunya Agus Listyini dari fraksi PKB juga mengatakan partainya memutuskan tidak setuju terhadap keinginan pemerintah menaikan TDL.
"Kenaikan listrik seperti pakai aji mumpung. APBN 2012 ini baru berjalan tiga bulan sudah minta subsidi ditambah. Artinya telah ada kesalahan dari sisi perencanaan. Baru 4 bulan berjalan, subsidi Rp 40 triliun untuk 2012, tiba-tiba mengajukan tambahan yang fantastis Rp 49 triliun. Ini adalah kesalahan PLN," ujar Agus.
Menurut Agus, Jika dalam 4 bulan ini ada sesuatu yang tak bisa diangkat PLN, sehingga perlu tambahan Rp 10 triliun masih memungkinkan, tapi jika Rp 49 triliun, maka fraksi PKB menolak. Jangan karena ada rencana kenaikan BBM maka subsidi ini diminta dan tak masuk akal.
"Terkait dengan rencana pemerintah menaikkan TDL pada Mei 3%, Agustus 3%, Desember naik 3% lagi. Maka PKB tak sepakat. Perlu ditinjau kembali. Yang jelas 2012, PKB menolak itu," tandas Agus.
Selain itu, Partai Golkar juga menyatakan menolak kenaikan TDL yang waktunya berdekatan dengan kenaikan harga BBM subsidi karena makin memberatkan masyarakat.
(rrd/dnl)











































