Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Evita Legowo saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
"Ada 250-an SPBG sampai 2014. Jawa Bali dulu di 2012, 2014 seluruh Indonesia," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evita menyatakan Pemerintah hingga saat ini masih dalam tahap pendiskusian besaran harga jual BBG. Saat ini CNG dijual pada harga Rp 3.100 per liter dan LGV sebesar Rp 3.600 per liter.
"Itu belum pas itu, terutama untuk LGV karena LGV lebih mahal dari itu. Itu sedang kita diskusikan," paparnya.
Evita menegaskan tidak ada masalah ketersediaan bahan baku BBG maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan apabila ingin mengonversikan bahan bakarnya menjadi gas.
"Kalau LGV kan gampang kalau kurang tinggal impor saja. Kalau CNG kami dari ESDM sudah menyiapkan," pungkasnya.
(nia/dru)











































