Tambahan Subsidi Listrik Hanya Disetujui 61%

Tambahan Subsidi Listrik Hanya Disetujui 61%

- detikFinance
Kamis, 15 Mar 2012 20:12 WIB
Tambahan Subsidi Listrik Hanya Disetujui 61%
Jakarta - Komisi VII DPR-RI memutuskan hanya menyetujui tambahan subsidi listrik yang diajukan pemerintah sebesar Rp 24,52 triliun atau hanya 61% dari permintaan pemerintah Rp 40,45 triliun. Artinya total subsidi listrik tahun ini hanya Rp 64,97 triliun.

Ketua Komisi VII DPR Teuku Rifki Harsya mengatakan berdasarkan rapat Kapoksi fraksi-fraksi di Komisi VII, disetujui tambahan subsidi hanya Rp 24,52 triliun.

Dari opsi-opsi yang diajukan pemerintah :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyesuaian COD PLTU Batubara, pemotongan biaya operasi, pemeliharaan dan lain-lain yang awalnya diajukan Rp 20,61 triliun opsi-1 atau opsi ke-2 Rp 17,61 triliun, hanya disetujui Rp 17,61 Triliun.

Pasokan gas yang diajukan Rp 8,28 triliun tidak disetujui.

Penurunan Pendapatan Rp 6,98 triliun juga tidak disetujui.

Kenaikan ICP US$ 90/ barel menjadi US$ 105/barel diajukan Rp 4,70 triliun disetujui komisi VII

Kenaikan sewa diesel/genset yang diajukan Rp 3,51 triliun hanya disetujui Rp 3,29 triliun

Peningkatan pembelian listrik dari IPP (listrik swasta) disetujui Rp 1,40 triliun

Penurunan biaya bunga pinjaman Rp 2,48 triliun.

"Artinya Rp 17,61 triliun + Rp 4,70 triliun + Rp 3,29 triliun + Rp 140 triliun dikurangi (-) Rp 2,48 triliun total subsidi yang disetujui Rp 24,52 triliun," rinci Rifki dalam raker dengan menteri ESDM, di DPR-RI, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Dengan subsidi dalam APBN 2012 Rp 40,45 triliun dan ditambah tambahan subsidi listrik Rp 24,52 triliun total subsidi listrik akan menjadi Rp 64,97 triliun.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads