"PLN melalu Kementerian ESDM, meminta tambahan subsidi untuk pembelian gas sebesar Rp 8,28 triliun untuk menyikapi penurunan pasokan gas yang semula 372,5 TBTU menjadi 351,5 TBTU," kata Nur Pamudji di Jakarta, Jumat (16/3/2012).
Tidak dikabulkannya tambahan subsidi tersebut, membuat PLN 'mengais-ngais' untuk memenuhi pasokan gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya mengais-ngais gas, tahun ini PLN bakal makin gencar berpromosi, meningkatkan penjualan, karena sebelumnya PLN mengajukan penurunan target penjualan listrik hanya sekitar 170,30 TWh.
"Tapi DPR tidak setuju, tetap ingin sesuai target awal yakni 173, 77 TWh. Kondisi ini bakal sangat berpengaruh, untuk mengejar target tersebut mau tidak mau PLN harus menggenjot penjualan, mengenjot promosi atau mengenjot sales, pasalnya untuk mengenjot penurunan pendapatan tersebut sebetulnya PLN mengajukan tambahan dana subsidi Rp 6,98 triliun, tapi tidak disetujui juga oleh DPR," terang Pamuji.
Artinya, kata Pamudji, PLN tahun ini akan bekerja dengan hanya dengan dana subsidi Rp 64,97 triliun atau setelah hanya mendapatkan tambahan subsidi Rp 24,52 triliun dari permohonan awal sebesar Rp 43 triliun.
(rrd/dnl)











































