Di Pulau Sebatik, tidak ada satupun berdiri Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), melainkan hanya mengandalkan 1 unit UPMS (unit pemasaran). Daerah Sungai Nyamuk dan Aji Kuning di Pulau Sebatik misalnya, premium yang diproduksi Pertamina, nyaris tidak terlihat dijual masyarakat. Sebaliknya, masyarakat dengan mudah menemukan, membeli dan menggunakan premium asal Malaysia bagi kendaraan mereka.
"Sudah puluhan tahun, sulit menemukan premium Pertamina. Makanya kami di sini, rata-rata menggunakan premium dari Malaysia," kata warga Nunukan Fahrurozi, ketika dihubungi detikFinance, Senin (19/03/2012
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susah kalau dapatkan dari Pertamina. Karena memang persoalan jalur distribusi dari Pertamina, hingga saat ini belum terpecahkan. Jadi, kita gunakan premium Malaysia," terang Burhanuddin.
Selain bensin premium, warga Indonesia di wilayah perbatasan dengan Malaysia juga sudah lama menggunakan tabung elpiji 12 Kg produksi Petronas daripada Malaysia. Lagi-lagi alasannya, pasokan barang tersebut lebih banyak disuplai dari negara tetangga.
(hen/hen)











































