Pesan tersebut dia sampaikan saat menerima rektor ITB, ITS, UGM dan UI, Senin (19/3/2012) sore. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.
"Saya ingin presiden-presiden RI setelah saya nanti tidak senam jantung, tidak terkaget-kaget, hadapi gejolak harga minyak," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila tidak sedari awal ancaman itu diantisipasi, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kalah. Tentu yang menjadi korban terparah dari situasi seperti itu adalah rakyat miskin.
"Karena itu saya mengundang rekan-rekan untuk berpikir dan melakukan sesuatu mengatasi krisis yang kerap terjadi," imbuh SBY.
Lebih lanjut dikatakannya, tiga hari mendapatkan SMS dari Menteri BUMN Dahlan Iskan tentang mobil elektronik. Proyek itu dinilai inovatif dan tepat dalam situasi menghemat BBM serta menjaga kelestarian lingkungan.
Presiden SBY berharap perguruan tinggi mau berkolaborasi dengan pemerintah atau bermitra dengan swasta di masa depan untuk bisa memproduksi low cost green car. Yaitu sarana transportasi massal yang hemat energi dan ramah lingkungan.
"Jadi mungkin 10 atau 15 tahun mendatang, bangsa ini tidak kaget-kaget ketika ada gejolak minyak di dunia," sambung SBY.
(lh/dru)











































