SBY Ingin Penggantinya Tak Senam Jantung Karena BBM

SBY Ingin Penggantinya Tak Senam Jantung Karena BBM

- detikFinance
Senin, 19 Mar 2012 17:53 WIB
SBY Ingin Penggantinya Tak Senam Jantung Karena BBM
Jakarta - Presiden SBY mendorong kalangan perguruan tinggi berkontribusi dalam program low cost green car dan energi alternatif. Sehingga presiden-presiden baru RI tidak 'dag dig dug' alias senam jantung gara-gara kenaikan harga minyak dunia.

Pesan tersebut dia sampaikan saat menerima rektor ITB, ITS, UGM dan UI, Senin (19/3/2012) sore. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.

"Saya ingin presiden-presiden RI setelah saya nanti tidak senam jantung, tidak terkaget-kaget, hadapi gejolak harga minyak," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat orang rektor yang Presiden SBY undang adalah Akhmaloka (ITB), Triyogi Yuwono (ITS), Sudjarwady (UGM) dan Gumilar Rusliwa Soemantri (UI). Kepada mereka dipaparkan ancaman krisis energi mengingat berkurangnya produksi sumber-sumber minyak justru di saat permintaan BBM meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk.

Bila tidak sedari awal ancaman itu diantisipasi, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kalah. Tentu yang menjadi korban terparah dari situasi seperti itu adalah rakyat miskin.

"Karena itu saya mengundang rekan-rekan untuk berpikir dan melakukan sesuatu mengatasi krisis yang kerap terjadi," imbuh SBY.

Lebih lanjut dikatakannya, tiga hari mendapatkan SMS dari Menteri BUMN Dahlan Iskan tentang mobil elektronik. Proyek itu dinilai inovatif dan tepat dalam situasi menghemat BBM serta menjaga kelestarian lingkungan.

Presiden SBY berharap perguruan tinggi mau berkolaborasi dengan pemerintah atau bermitra dengan swasta di masa depan untuk bisa memproduksi low cost green car. Yaitu sarana transportasi massal yang hemat energi dan ramah lingkungan.

"Jadi mungkin 10 atau 15 tahun mendatang, bangsa ini tidak kaget-kaget ketika ada gejolak minyak di dunia," sambung SBY.

(lh/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads