Demonstrasi merajalela jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hampir tiap hari belakangan terjadi demo penolakan kenaikan BBM di pusat maupun daerah. Namun pemerintah menegaskan tidak akan mundur walau terus didemo.
"Silahkan demo, tapi kami mengharapkan masyarakat demonya tidak anarkis, karena jika anarkis seperti main pukul, merusak, bawa parang dan merugikan orang lain, maka kepolisian berhak menindaknya," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Kantornya, Rabu (21/3/2012).
Menurut Agung, walau demo terus berlangsung pemerintah terus mendesak DPR untuk menyetujui kenaikan harga BBM yang diajukan menjadi Rp 6.000 per liter untuk Premium dan Solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati masih terus digodog di DPR dan saat ini berada di Badan Anggaran DPR, Pemerintah yakin sebelum 1 April 2012 sudah selesai pembahasan kenaikan BBM ini dan diharapakan bisa diberlakukan pada tanggal tersebut.
"Ya kalau mundur-mundur sedikit juga tidak masalah-kan, tapi Pemerintah sangat menghindari keputusan tersebut diambil berdasarkan voting, ya walau hanya ada acatatan tidak masalah, yang kami harapkan keputusan diambil secara musyawarah," tandasnya.
(/)











































