"Insya Allah siap, harus begitu, terutama Jawa dan Bali," ujar Mangindaan saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/3/2012).
Namun, Mangindaan menyayangkan ketersediaan alat tersebut belum dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Oleh sebab itu, dirinya terus mendorong pembangunan infrastruktur tersebut tahun ini. Pasalnya, harus ada sinergi antar wilayah dalam pengembangan infrastruktur ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini menurut dia, pembangunan SPBG tersebut sedang berjalan khususnya di jakarta dan bali. Sehingga nantinya diharapkan angkutan antar kota di daerah tersebut tidak mengalami kesulitan untuk melakukan pengisian BBG dalam perjalanan.
"Ini sedang dibangun. Jadi misalnya punya bus di Jakarta yang pakai gas, begitu ke Jateng tidak ada SPBG-nya jadi, sudah satu kesatuan itu harus dibangun jangan sampai di sini pakai converter di sana tidak ada SPBG-nya. Itu harus kita sinergikan semua, pada dasarnya BP Migas dan Pertamina siap," pungkasnya.
(nia/dnl)











































