Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Organda Andriyansah saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/3/2012).
"Mengenai konversi BBM ke gas, kami minta agar dilakukan persiapan secara matang sehingga jangan sampai angkutan umum ini dijadikan sebagai kelinci percobaan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai terjadi accident (kecelakaan) pada saat BBM dikonversi dan angkutan umum menggunakan gas dan ini belum ada garansi pemerintahnya," tegasnya.
Andri menambahkan pemerintah juga harus memberikan jaminan bahwa memang harga BBG jauh lebih murah dibanding BBM bersubsidi.
"Kalau disparitas harga ini cukup signifikan maka angkutan umum mau menggunakan gas," ujarnya.
Selain itu, lanjut Andri, Pemerintah juga diharapkan memberikan jaminan kestabilan suplai gas agar tidak mengalami kesulitan saat akan mengisi bahan bakar.
"Kita berharap apabila konversi gas ini dilaksanakan maka angkutan umum ini tidak sulit dalam mencari supply gasnya. Karena angkutan umum ini sifatnya mobil kemudian produktivitas menjadi penting sehingga mereka tidak teralalu lama mengatri di SPBG yang ada di setiap wilayah," tandasnya.
(nia/dru)











































