Salah satu politisi Golkar yakni Bambang Soesatyo menyatakan dirinya menolak kenaikan harga BBM subsidi karena rencana tersebut ditolak banyak rakyat.
"Walau katanya Golkar dikabarkan dukung kenaikan BBM, tapi saya tidak percaya. Saya yakin Golkar adalah suara rakyat dan rakyat menolak kenaikan BBM, maka saya selaku kader Golkar dan pribadi, alasan pemerintah kenaikan BBM tidak mendasar. Makanya saya menolak kenaikan BBM," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kalau kenaikan BBM subsidi dilakukan untuk menyelamatkan defisit anggaran, maka sangat tidak beralasan. Pemerintah bisa mencari tambahan Rp 30 triliun untuk menutup defisit anggaran dengan cara lain.
"Dengan peningkatkan penerimaan pajak, cost recovery dikurangi, penghematan anggaran belanja dan pengeluaran pemerintah, serta pengetatan distribusi BBM subsidi maka Rp 30 triliun bisa kita dapatkan," tukas Bambang.
Bambang mengatakan, kebijakan kenaikan harga BBM subsidi membuat biaya yang ditanggung masyarakat lebih besar. Belum lagi program bantuan langsung tunai (BLT) Rp 150 ribu per bulan hanya pencitraan pemerintah saja.
(rrd/dnl)











































