Politisi 'Moncong Putih': Pemerintah Cari-Cari Alasan Naikkan Harga BBM

Politisi 'Moncong Putih': Pemerintah Cari-Cari Alasan Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Sabtu, 24 Mar 2012 13:45 WIB
Politisi Moncong Putih: Pemerintah Cari-Cari Alasan Naikkan Harga BBM
Jakarta - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi PDI-P Dolfi OFP mengatakan pemerintah hanya mencari-cari alasan untuk menaikkan harga BBM subsidi dengan berkedok defisit anggaran 3,6%.

"Dari mana dasarnya kalau kita tidak naikkan harga BBM defisit anggaran bisa mencapai di atas 3% yakni 3,6%," kata Dolfi, dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan Menteri Keuangan dan Menteri ESDM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Menurut Dolfi, alasan pemerintah, saat ini defisit sudah mencapai 2,6% untuk APBN belum lagi ditambah defisit anggaran 0,6% dari APBD, maka defisit anggaran bisa mencapai 3,2% akibat kenaikan harga minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dasarnya itu apa, pasalnya dalam undang-undang defisit APBN maksimal 3%, defisit APBD 3%, tidak bisa digabung dan menentukan bahwa defisit APBN kita di atas 3%," ujarnya.

Menurut Dolfi, pemerintah hanya mencari-cari alasan untuk menaikkan harga BBM subsidi, apalagi dalam penyajian dari Menteri keuangan Agus Martowardojo dalam rapat tersebut.

"Ada 25.000 rumah tangga miskin dan sangat miskin memiliki mobil, masa orang miskin punya mobil," herannya.

"Apalagi pemerintah tidak menampilkan data berapa pendapatan per hari masyarakat miskin, hampir miskin, karena harus jelas, jangan ini dijadikan alasan kita harus menaikkan harga BBM," imbuhnya.

Apalagi yang dikatakan Menteri Keuangan kalau harga BBM subsidi tidak dinaikkan, maka BBM subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2012 yakni 40 juta kiloliter (KL) bisa over kuota bisa mencapai 47 juta KL.

"Angkanya fantastis sekali, dari mana dasarnya, padahal waktu merancang APBN 2012 pada Oktober 2011 Fraksi PDI-P mengusulkan 43 jt KL, sementara pemerintah sangat yakin kuotanya hanya 40 jt KL, tapi ini di awal-awal sudah koar-koar kuota bisa over 47 jt KL, fantastis sekali, ini apakah pemerintah tidak sensitif dalam penyusunan APBN," tandasnya.

Saat ini pemerintah dan DPR terus melakukan rapat penentuan kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter yang rencananya akan dilakukan 1 April 2012. Apakah rencana ini jadi?

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads