"Ini sudah makin danger, makin berbahaya," tegas Wacik dalam rapat dengan Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Menurut Wacik, jika tidak ada kenaikan harga maka kuota BBM bersubsidi akan bobol melebihi kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2012 sebesar 40 juta kiloliter. Hal ini karena jauhnya disparitas harga antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo menyebutkan realisasi sepanjang tahun 2012 ini, kuota BBM telah melebihi realisasi yang terjadi pada tahun 2011.
"Realisasinya sudah di atas 2011, Maret 2011 di atas Maret 2012," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Dengan demikian, Evita telah memperhitungkan diperkirakan kuota BBM akan mencapai 47,97 juta KL hingga akhir tahun. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan realisasi tahun 2011 sebesar 41,79 juta KL.
"Jadi premium 49,64 juta KL, kerosin (minyak tanah) 1,7 juta KL, Solar 16,62 juta KL total 47,97 juta KL," paparnya.
(nia/hen)











































