Wah! Popularitas Obama Anjlok Gara-gara Harga BBM Mahal

Wah! Popularitas Obama Anjlok Gara-gara Harga BBM Mahal

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2012 13:41 WIB
Wah! Popularitas Obama Anjlok Gara-gara Harga BBM Mahal
Jakarta - Lebih dari dua pertiga warga Amerika Serikat (AS) tidak setuju dengan cara Presiden Barack Obama menangani kenaikan harga BBM. Kebanyakan warga AS menyalahkan Obama tak bisa menahan laju harga BBM.

Berdasarkan hasil poling yang dilakukan Reuters, 68% masyarakat tidak setuju dengan cara Obama menahan laju kenaikan harga BBM, yang bakal menjadi isu besar dalam pemilu yang akan berlaku November 2012.

Bulan lalu, harga BBM di AS naik US$ 0,3 per galon (1 galon=3,7 liter) menjadi US$ 3,9. Mahalnya harga BBM ini bakal menjadi isu bagi partai Republik untuk menghantam Obama dalam pemilu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obama makin panas, tapi orang-orang harusnya tak perlu menyalahkan Obama terkait BBM," ujar seorang periset Chris Jackson dikutip dari Reuters, Rabu (28/3/2012).

Mayoritas pendukung, Republik, Demokrat, dan independen menurut survei Retuers ternyata tidak senang dengan cara Obama menangani harga BBM.

Meskipun begitu, masyarakat di AS saat ini menyalahkan perusahaan-perusahaan minyak yang dinilai rakus mengambil untuk dari penjualan BBM. Selain BBM, isu-isu energi juga bakal menjadi faktor penghantam Obama yang telah disiapkan oleh lawan politiknya dalam pemilu nanti.

Namun, para ekonom di AS menyatakan, tingginya harga BBM di AS harus dilakukan untuk mencegah perekonomian AS jatuh ke dalam resesi ekonomi.

Selain di AS, masalah harga BBM juga terjadi di Indonesia. Saat ini pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Namun proses politik sedang terjadi di Indonesia, demonstrasi pun saat ini sedang marak terkait rencana kenaikan harga BBM tersebut.


(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads