"Itu omong doang, ketua umun AKI (Sudarto) yang bilang porsi lokal lebih kecil dan BP Migas istimewakan asing dalam setiap proyek migas itu salah besar, bagai 'Jauh panggang dari api'," kata Ketua Ketua Koordinator Gabungan Perusahaan Nasional RancangBangun Indonesia (GAPENRI) Pandri Prabono kepada detikFinance, Kamis (29/3/2012).
Pasalnya, dalam Pedoman TataKerja (PTK) 007 tahun 2011 mengenai Pengadaan Barang dan Jasa yang dibuat BP Migas dan telah direvisi berkali-kali malah menutup untuk ikut-sertanya kontraktor asing dalam proses pengadaan di lingkungan Hulu Migas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pandri, sikap AKI sendiri dinilainya dikarenakan frustasi tidak mendapatkan proyek-proyek Migas karena AKI lebih banyak mengerjakan proyek-proyek bangunan, jalan dan lainnya yang lebih banyak ke bidang Pekerjaan umum.
"Disektor Migas ada lagi kontraktornya sendri yang khusus membidangi Migas atau artinya lebih ada kompetensinya seperti yang tergabung di Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia, Gabungan Pengusaha Migas, jadi jangan bilang yang lokal tidak memiliki kompetensi dan pengalaman di proyek migas sehingga menilai BP Migas lebih memberikan porsi ke pihak asing," ungkapnya.
Pandri menilai stetment yang dikeluarkan Ketua Umum AKI merupakan suatu bentuk frustasi. "Mungkin juga karena pak Sudarto sedang frustrasi karena tidak mendapat waktu audiensi yang diperlukan pada waktunya sebelum Seminar dan Rapat Anggota (Rabu (28/3/2012) maka agak emosi dan keceplosan, saya akan mencoba menyabarkan beliau," tandasnya.
(rrd/ang)











































