Anggota Fraksi PDIP Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini Golkar terlihat masih bersekutu atau mempunyai sikap yang sama dengan PDIP terlihat dari sikap Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng.
"Kalau Mekeng itu cerminan dari Golkar, kenaikan BBM akan gagal. Karena dia (Golkar) pasti akan berkoalisi dengan kita, PKS kemungkinan ikut. Ditambah Hanura dan Gerindra," jelas Ganjar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal sikap PDIP, Ganjar menyatakan pihaknya bingung dengan tujuan pemerintah menaikkan harga BBM. "Mau naikkan BBM untuk apa sih? Kalau memang mau menutup kerugian BUMN, katakan saja seperti itu mungkin PDIP malah setuju untuk itu," kata Ganjar.
Dia mengatakan, harusnya pemerintah bisa menggenjot penerimaan pajak saat ini. Karena jumlah pembayar pajak hanya 800 ribu orang, sangat sedikit.
"Bayangkan itu, dibandingkan wajib pajak yang ada. Artinya banyak pengemplang pajak yang liar-liar saja tetapi kalau itu bisa disedot, bisa menghasilkan jumlah yang besar untuk negara," tutur Ganjar.
Ganjar mengatakan, saat ini belum ada sikap dari DPR soal kenaikan harga BBM, meskipun sudah ada postur anggaran baru dalam RAPBN-P 2012. Pemerintah sedang berusaha agar pasal 7 dalam UU APBN 2012 dihapus, karena pasal itu melarang pemerintah menaikkan harga BBM.
Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengatakan mendukung kenaikan harga BBM subsidi. Bahkan Golkar meminta Presiden SBY menaikkan harga BBM subsidi langsung Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter.
(dnl/hen)











































