"Pemerintah yakin bahwa penyesuaian harga BBM adalah kebijakan yang benar. Tidak mungkin kami asal-asalan, ngarang, dan begitu-begitu saja," kata SBY dalam keterangan persnya di Hotel Renaissance, Seoul, Korsel, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Kamis (29/3/2012).
Dalam kesempatan tersebut, SBY menyatakan kenaikan harga BBM ini harus dilakukan sebagai opsi penyelamatan ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah telah memperhitungkan bagaimana memproteksi rakyat yang terdampak akan kebijakan ini, salah satunya lewat bantuan langsung tunai (BLT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY, harga BBM di Indonesia hanya seperempat dari harga BBM di Korsel. Bahkan kalau dinaikkan saja seperti harga BBM tahun 2008 lalu, harganya juga masih di bawah harga BBM di Korsel. Pemerintah meyakini keseluruhan ekonomi Indonesia akan terganggu kalau kenaikan harga BBM tidak ditempuh.
Pemerintah memang berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Namun kebijakan ini belum mendapat dukungan dari DPR, termasuk ditentang oleh kalangan mahasiwa di beberapa daerah.
(dnl/hen)











































