Rapat yang sudah molor 3,5 jam dari rencana semula dijadwalkan pukul 19.00 WIB ini dihadiri banyak wakil pemerintah.
Dari pantauan detikFinance, hadir Menteri Keuangan Agus Martowardojo bersama Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membahas soal kenaikan BBM, rapat ini juga memfinalisasi soal perubahan anggaran transfer ke daerah serta pembiayaan defisit RAPBN-P 2012. Rapat dilakuakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Partai Golkar menyatakan menolak rencana kenaikan harga BBM subsidi yang rencananya akan dilakukan pemerintah. Setelah sebelumnya 3 partai yakni Partai Hanura, Gerindra, dan PDI-P masih teguh tidak menyetujui kenaikan harga BBM subsidi.
Rapat di Banggar ini masih mentok dalam membahas tambahan ayat dalam Pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012, yaitu ayat 6A.
Dalam ayat 6A itu disebutkan, "Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 5 persen dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung."
Jadi belum jelas posisi DPR saat ini apakah menyetujui atau tidak soal rencana pemerintah dalam menaikkan harga BBM Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter.
(dnl/dnl)











































