"Sekitar tahun 1980, itu utang Pertamina 3 kali lipat utang negara, kalau dulu utang nagar sekitar US$ 2 miliar, utang Pertamina US$ 7 miliar. Makanya Pak Soeharto marah-marah dulu. Kalau sekarang utang pemerintah Rp 190 triliun dikali 3 wah besar sekalim," katanya di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (30/3/2012)
Priyono menyatakan saat ini BP Migas tidak memiliki utang karena bukan lembaga yang mengejar profit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dari sisi produksi minyak, menurutnya sebelum BP Migas ada, produksi minyak turun sekitar 13,6%. Priyono menuturkan dengan adanya BP Migas penurunan produksi bisa ditahan hingga 2%.
"Banyak orang bilang produk reformasi dianggap semua buruk. Penurunan produksi minyak itu sudah terjadi sejak tahun 1996, penurunan sekitar 13,6%, adanya BP Migas bisa ditahan 2%. Itu Zamannya Pak Kurtubi masih di Pertamina," katanya.
(nia/hen)











































