BP Migas: Penurunan Produksi Minyak Sudah Terjadi Sejak 1996

BP Migas: Penurunan Produksi Minyak Sudah Terjadi Sejak 1996

- detikFinance
Jumat, 30 Mar 2012 11:51 WIB
BP Migas: Penurunan Produksi Minyak Sudah Terjadi Sejak 1996
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menegaskan kondisi pengelolaan minyak di sektor hulu saat ini lebih baik dibandingkan saat dipegang oleh Pertamina. Walaupun saat ini produksi minyak Indonesia turun, namun fenomena itu sudah terjadi sejak tahun 1996.

"Sekitar tahun 1980, itu utang Pertamina 3 kali lipat utang negara, kalau dulu utang nagar sekitar US$ 2 miliar, utang Pertamina US$ 7 miliar. Makanya Pak Soeharto marah-marah dulu. Kalau sekarang utang pemerintah Rp 190 triliun dikali 3 wah besar sekalim," katanya di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (30/3/2012)

Priyono menyatakan saat ini BP Migas tidak memiliki utang karena bukan lembaga yang mengejar profit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Institusi BP Migas tidak pernah merugikan rakyat karena tidak mengejar profit. Dulu orang-orang Pertamina merayakan ulang tahun anaknya,pesta-pesta di luar negeri,, orang BP Migas tidak bisa," kata Priyono.

Selain itu, dari sisi produksi minyak, menurutnya sebelum BP Migas ada, produksi minyak turun sekitar 13,6%. Priyono menuturkan dengan adanya BP Migas penurunan produksi bisa ditahan hingga 2%.

"Banyak orang bilang produk reformasi dianggap semua buruk. Penurunan produksi minyak itu sudah terjadi sejak tahun 1996, penurunan sekitar 13,6%, adanya BP Migas bisa ditahan 2%. Itu Zamannya Pak Kurtubi masih di Pertamina," katanya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads