"Saat ini, terlambat, semestinya satu setengah tahun yang lalu, sudah dilakukan. Penurunan (subsidi) harga dan sebagainya," kata pemilik Lippo Grup James Riady dalam acara 'Gowes CEO' di Eco Park, Ancol, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Menurutnya berbicara soal BBM bukan hanya bicara soal energi, namun juga menyangkut ketahanan dari keuangan nasional. Masalah BBM ini, lanjut James, jika tidak ada solusi yang pas akan berdampak negatif terhadap iklim usaha dan investasi di Indonesia yang kian membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sendiri berkeyakinan mayoritas masyarakat Indonesia memahami kenaikan harga BBM. Namun lagi-lagi saat ini waktu yang tepat untuk menaikkan BBM, sayangnya ia tanpa menjelaskan lebih lanjut.
"Mungkin sebagian besar masyarakat kita menyetujui, hanya timing-nya. Kedua tahapannya, ketiga diimbangi dengan program-program apalagi gitu, karena dari segi disiplin fiskal harus dilakukan penyesuaian harga," katanya.
Sebagai pengusaha James sangat yakin jika harga BBM terpaksa dinaikkan maka imbasnya tak terlalu signifikan bagi dunia usaha. "Saya kira tidak mempengaruhi," katanya.
(hen/dnl)











































