Hal ini ditentang oleh Pengawas SPBU di Jakarta, salah satunya Firdaus. Dia menegaskan bahwa isu penimbunan BBM yang dilakukan SPBU dirasa tidak mungkin terjadi. Pasalnya, SPBU selalu mendapat pengawasan khusus dari Pertamina itu sendiri.
"Itu gak masuk akal, kan Pertamina dan kadang-kadang aparat dateng meriksa. Kita punya ATG (tangki monitor), jadi gak mungkin kita bohong, bilang kosong padahal ada," tegasnya saat wawancara dengan detikFinance, Sabtu (31/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mustahil ya kalau nimbun di SPBU. Kita kan melayani 24 Jam, kalau SPBU saya tutup tapi stoknya ada, itu baru namanya nimbun," pungkasnya.
Walaupun palu persidangan sudah diketok dan keputusan telah diambil untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi, Pertamina masih melakukan pengawasan ke SPBU-SPBU. Dan apabila nanti ada yang kedapatan menimun BBM, sanksi yang pantas telah disiapkan oleh Pertamina.
(zul/ang)











































