"Kendaraan saya seluruhnya di rumah tidak pernah memakai premium karena membuat kerusakan mesin yang ongkosnya jauh lebih mahal. Semua pakai pertamax plus," tegas Bambang kepada detikFinance, Senin (2/4/2012).
Dikatakan politisi Partai Golkar ini, selain mobil mewah, dia juga mempunyai motor Harley Davidson yang menggunakan bensin keluaran Shell karena oktan-nya tinggi dan pembakarannya lebih bagus. Dia tak ingin menggunakan premium yang memang tak pantas digunakan untuk kendaraan mewah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya banyak ditemukan kendaraan-kendaraan mewah saat ini menggunakan premium karena harga bensin pertamax yang naik tinggi mencapai Rp 10.200 per liter.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran sebelumnya menyatakan agar orang kaya pengguna mobil mewah tak nikmati bensin premium, pemerintah harus berani buat aturan tegas.
"Harus tegas ada regulasi mobil 2.000 cc berumur di kurang dari 5 tahun, wajib pakai pertamax!" tegas Tumiran.
Tumiran menegaskan, orang yang menggunakan mobil dengan spesifikasi tersebut merupakan orang berduit tebal alias orang kaya. "Itu pasti orang berduit," katanya.
Disparitas atau perbedaan antara harga bensin premium (Rp 4.500) dengan pertamax (Rp 10.200) saat ini memang dipastikan bakal membuat konsumsi premium meningkat tajam. "Harga pertamax ini mahal bagi masyarakat umum rata-rata, tapi untuk orang kaya pengguna mobil mewah itu murah," jelasnya.
Jadi, daripada pemerintah berhadapan dengan rakyat tak mampu, pemerintah harus berani tegas melarang mobil mewah dengan spesifikasi tadi untuk tidak menggunakan bensin premium.
(dnl/dru)











































