"Naik atau tidak naik kalau menyentuh US$ 120,75 per barel. Kalau April US$ 134,64 maka angka 15 persen akan terlewati. Tapi kan belum tentu juga dinaikkan. Atau April dan Mei US$ 123.8 per barel sehingga Juni sah bisa dinaikkan," jelas Menteri ESDM Jero Wacik dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (2/4/2012).
Jero Wacik menyebutkan saat ini harga minyak mentah Indonesia menyentuh US$ 128,14 per barel. Dengan demikian, rata-rata ICP enam bulan terakhir atau Oktober-Maret US$ 116 per barel, atau baru 10,47 persen dari ICP APBN-P 2012 sebesar US$105 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kewenangan pemerintah, kalau pemerintah menganggap tidak perlu maka tidak perlu dinaikan," pungkasnya.
Jero Wacik menjelaskan fluktuatifnya harga ICP ini tergantung persediaan dan permintaan minyak dunia. Jika negara-negara di Eropa masih dilanda musim dingin berkepanjangan dan ketegangan selat Hormuz semakintinggi maka harga minyak bisa terus merangkak naik.
(/)











































