Jero Wacik: BBM Naik Jika Minyak Mentah Tembus US$ 134 di April 2012

Jero Wacik: BBM Naik Jika Minyak Mentah Tembus US$ 134 di April 2012

- detikFinance
Senin, 02 Apr 2012 17:39 WIB
Jero Wacik: BBM Naik Jika Minyak Mentah Tembus US$ 134 di April 2012
Jakarta - Pemerintah bisa menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jika minyak mentah menyentuh level US$ 134,64 dolar per barel pada bulan April 2012 atau US$ 123,8 per barel pada bulan April-Mei berturut-turut. Dengan realisasi nilai tersebut maka rata-rata harga ICP bisa mencapai US$ 120,75 per barel atau melebihi 15 persen dari asumsi harga minyak dalam RAPBN-P 2012.

"Naik atau tidak naik kalau menyentuh US$ 120,75 per barel. Kalau April US$ 134,64 maka angka 15 persen akan terlewati. Tapi kan belum tentu juga dinaikkan. Atau April dan Mei US$ 123.8 per barel sehingga Juni sah bisa dinaikkan," jelas Menteri ESDM Jero Wacik dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (2/4/2012).

Jero Wacik menyebutkan saat ini harga minyak mentah Indonesia menyentuh US$ 128,14 per barel. Dengan demikian, rata-rata ICP enam bulan terakhir atau Oktober-Maret US$ 116 per barel, atau baru 10,47 persen dari ICP APBN-P 2012 sebesar US$105 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pasal 7 ayat 6A, pemerintah mendapatkan kewenangan untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jika harga ICP rata-rata ICP selama enam bulan terakhir melonjak atau turun 15 persen dari ICP.

"Itu kewenangan pemerintah, kalau pemerintah menganggap tidak perlu maka tidak perlu dinaikan," pungkasnya.

Jero Wacik menjelaskan fluktuatifnya harga ICP ini tergantung persediaan dan permintaan minyak dunia. Jika negara-negara di Eropa masih dilanda musim dingin berkepanjangan dan ketegangan selat Hormuz semakintinggi maka harga minyak bisa terus merangkak naik.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads