Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan secara volume mobil-mobil mewah seperti Alphard yang nekad 'minum' bensin premium jumlahnya tak signifikan. Justru yang patut diwaspadai adalah konsumsi bensin premium oleh kendaraan-kendaraan besar seperti truk pengangkut batubara.
"Katakan Alphard minum 60 liter, bayangkan truk besar pengangkut batubara sekali ngisi 200 liter dipakai mengangkut truk untuk PLN, maka double subsidi. Seharusnya mereka sudah tak boleh, " katanya kepada detikFinance, Selasa (3/4/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih lebih gede truk-truk batubara, bukan saya membela Alphard, paling berapa tapi truk kontainer untuk barang ekspor itu lebih besar," katanya.
Menurutnya pasca batalnya kenaikan BBM, banyak konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah. Ia memastikan, dengan masyarakat lebih memilih bensin premium daripada Pertamax yang harganya mahal maka kuota BBM subsidi tahun ini bakal kurang.
"Kemairn dengan rencana kenaikan saja sudah jebol, karena beli diatas kewajaran sekitar 15% kenaikannya, 2012 bisa jebol bila dibandingka 2011, over kuota," katanya.
(hen/dru)











































