Pertamax Mahal, Konsumen 'Kabur' ke SPBU Non Pertamina

Pertamax Mahal, Konsumen 'Kabur' ke SPBU Non Pertamina

- detikFinance
Selasa, 03 Apr 2012 10:57 WIB
Pertamax Mahal, Konsumen Kabur ke SPBU Non Pertamina
Jakarta - Kenaikan harga BBM non subsidi Pertamax yang tembus Rp 10.200/liter membuat konsumen memilih membeli BBM non subsidi ke SPBU non Pertamina. Hal ini cukup membuat pihak SPBU seperti Total, Shell dan Petronas meraup keuntungan yang lebih dari biasanya.

Seperti dikemukakan oleh salah seorang pegawai SPBU Total di Kawasan Buncit Jakarta yang tak mau disebutkan namanya, menurut SPBU-nya mendapatkan dampak positif dari tingginya harga Pertamax Pertamina.

"Pagi tadi Alhamdulillah lumaya rame. Banyak, lebih dari biasanya," ungkap petugas itu kepada detikFinance, Selasa (2/4/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan SPBU-nya bisa meraup keuntungan hampir 50% dibandingkan hari biasa sebelum Pertamax Pertamina mencapai harga Rp 10.200.

"Biasanya penjualan kita satu shift itu 1,5 lah, 1,5 Ton. Tadi pagi terjual 2,5 Ton," katannya.

Setali tiga uang, salah satu SPBU Petronas di Jakarta yang mendapatkan konsumen 'pelarian' dari Pertamina akibat harga Pertamax yang melonjak. "Sebagian udah keliatan, tapi gak terlalu banyak," ungkap seorang pegawai SPBU Petronas.

Pegawai Petronas ini menuturkan kemarin (Senin), ia bisa mendapatkan keuntungan lebih dari 30% dari konsumen. "Kemarin kita dapet 2 Ton, biasanya 1 sampai 1,5. Konsumen yang datang biasanya sih pelanggan," tambahnya.

Seperti tak mau kalah dengan Pertamina. SPBU Swasta pun kini mulai menaikan harganya. Seperti salah satunya di Total yang menaikan harga BBM nya sampai Rp 400 menjadi Rp 9.950 per liter.

"Semuanya naik jam 2 tadi. Naiknya beda-beda," kata pegawai Total tersebut.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads