Siapa yang tidak geram melihat pengguna mobil mewah sekelas Alphard dan Jaguar mengkonsumsi bensin premium yang masih disubsidi? Melihat ini, pemerintah dan Pertamina cuma bisa 'gigit jari'.
"Sudahlah, tidak ada yang bisa dilakukan, baik pemerintah, Pertamina, atau siapapun untuk melarang Alphard dan mobil mewah lainnya untuk menggunakan premium," ujar Direktur RefoMiner Institute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Selasa (3/4/2012).
Menurutnya, semua pihak mulai dari pemerintah, pengamat, BPH Migas, Pertamina, dan banyak lagi sampai mulut 'berbusa' membahas yang namanya pembatasan dan berbagai cara lain agar bensin subsidi tidak dinikmati oleh orang kaya pengguna mobil-mobil mewah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang ini, kata Pri Agung, pemerintah mau apa sih? Katanya kosongkan premium di jalan-jalan yang sering dilewati mobil mewah.
"Aduh tetap nggak jalan, sama saja. Mobil mewah itukan tidak hanya jalan di situ-situ saja, dia bisa ke mana-mana. Sekarang mau apa sih pemerintah, pembatasan? Buat RFID, Smartcard tidak gampang itu, infrastrukturnya saja belum ada, tidak instankan, butuh waktu lama kan," jelasnya.
"Kita rasional saja, tapi kalau memang dipaksakan sekarang ini pembatasan. Cukupkah Pertamina bisa memasok pertamax tidak usah di seluruh Indonesia, di Jabodetabek saja, wong kilangnya baru siap tahun 2017," tandasnya. (rrd/dnl)











































