Pengamat kebijakan publik Andrinof A. Chaniago mengatakan saat ini memang pemerintah tak punya instrumen lain selain membuat imbauan atau mendorong sanksi sosial. Menurutnya jika ada regulasi atau aturan maka pelaksanaannya pun membutuhkan proses, sehingga pola imbauan saat ini memang mau tak mau harus dilakukan pemerintah.
Andrinof mengakui pola iklan yang isinya seruan, imbauan, dan sindiran memang belum bisa diketahui efektifitasnya. Pemerintah mau tidak mau harus segera mengeluarkan aturan atau larangan walaupun implementasi butuh mekanisme yang tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya selain pola pendekatan sanksi sosial dengan iklan, dan aturan pelarangan, perlu juga dukungan infrastruktur. Ia mengusulkan untuk antrean di SPBU harus dipisahkan antara tempat pengisian BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kalau pola-pola imbauan dan spanduk,kalau nggak ada pengaruhnya maka perlu regulasi dan infrastruktur. Tapi ingat dengan regulasi harus diikuti juga dengan perubahan sikap" katanya.
Sebelumnya Menteri ESDM Jero Wacik mengaku senang dengan pemberitaan media massa belakangan ini soal mobil-mobil mewah yang masih mengkonsumsi BBM subsidi. Hal ini pun akan dikembangkan pemerintah dengan membuat iklan-iklan sindiran kepada masyarakat mampu agar tak membeli BBM subsidi.
"Biar malulah itu, karena kita ngaturnya susah. Kita akan membuat iklan yang itu, biar adalah rasa bahwa subsidi yang besar itu jangan diambil oleh yang tidak berhak," kata Jero.
(hen/dnl)











































