Ide Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo agar SPBU Pertamina menyiapkan bensin jenis baru yakni premix RON 90 Rp 7.200 dimentahkan. Pertamina menganggap ide tersebut tak mungkin.
Vice Presiden Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, bisa saja SPBU menjual premic namun harganya tak mungkin Rp 7.200.
"Bisa saja (Premix RON 90), tapi harganya tidak bisa Rp 7.200 per liter. Harganya pasti tidak akan jauh berbeda dengan pertamax (Rp 10.200) yang memiliki oktan 92 dan Pertamax plus beroktan 95," kata Harun ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (4/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak bisa (Rp 7.200) kalau mau ya campur sendiri aja," kata Harun dengai derai tawa.
Pasalnya menurut Harun, jika pencampuran premiun dengan pertamax dan menjadikan premix dengan RON 90 harganya tidak akan jauh berbeda dengan pertamax dan sudah jelas disparitasnya masih jauh dengan premium.
"Masalahnya karena memang subsidinya (premium) sudah terlalu besar dibandingkan harga pasar. Bandingkan premium dengan harga keekonomian dengan harga pertamax bedanya cuma Rp 300. Misal kalau pertamax harganya saat ini Rp 10.000, harga premium keekonomian Rp 9.700 per liter, jadi bukan masalah oktannya 90 atau 92 dan 88, tapi masalahnya besarnya subsidi tiap liter premium," papar Harun. (/)











































