Hah! Pemerintah Beli Listrik dari Malaysia

Hah! Pemerintah Beli Listrik dari Malaysia

Hardani Tri Yoga - detikFinance
Rabu, 04 Apr 2012 17:23 WIB
Hah! Pemerintah Beli Listrik dari Malaysia
Jakarta - Pemerintah melalui PT PLN (Persero) tengah memproses pembelian listrik dari Sarawak, Malaysia. Dengan kapasitas 50 megawatt (MW), listrik dari negeri Jiran ini akan menerangi daerah perbatasan di Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM, Jarman menjelaskan saat ini kebutuhan listrik di daerah perbatasan cukup besar. Menurutnya, sesuai syarat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2012, pemerintah diperbolehkan mengimpor listrik untuk memenuhi kebutuhan dan tidak menjadi pasokan utama.

Jarman menuturkan, pemilihan Sarawak karena selain lokasi dekat, harga listrik dari daerah tersebut juga lebih murah. Pemerintah yakin, bila proses pembelian ini terealisasi, bisa menghemat biaya operasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harganya lebih murah. Di daerah Kalimantan dan perbatasan sekitarnya yang dekat Malaysia butuh supply listrik karena rata-rata masih menggunakan BBM fosil," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara Peresmian Pameran 7Th Indo Power Internasional Expo 2012 di Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Jarman menambahkan, saat ini pasca terbitnya PP Nomor 42/2012, baru daerah Kalimantan Barat yang melakukan proses pembelian listrik. Namun, pemerintah masih tetap mengupayakan daerah perbatasan lain bila kekurangan pasokan listrik.

Dikatakan Jarman hal ini menjadi prioritas pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik di dalam negeri. Selain itu, saat ini pun, Pemerintah belum memiliki keinginan untuk mengekspor listrik karena ingin fokus untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik.

"Sesuai syarat dalam PP tersebut kalau kami menghindari ekspor sebelum kebutuhan dalam negeri terpenuhi," katanya.

Lebih jauh Jarman mengatakan pembelian listrik melalui impor ini juga untuk memperkuat jaringan pasokan antar negara di Asean. Kalau Indonesia nanti sudah bisa memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri, Malaysia pun bila membutuhkan bisa membeli listrik. "Tujuannya ke depan bisa saling ada koneksi antar pasokan negara," sebutnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads