Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur PHE Salis Aprilian di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Salis optimistis perseroan bisa menghasilkan keuntungan Rp 6,8 triliun atau naik Rp 2,8 triliun dari tahun sebelumnya karena harga minyak terus meningkat. "Tahun lalu profitnya Rp 4 triliun ini masih dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar US$ 90 per barel. Mudah-mudahan harga minyak naik," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengejar pendapatan Rp 19,3 triliun itu di 2012, PHE, anak usaha Pertamina itu akan menambah investasi seiring bertambahnya lahan eksplorasi terutama di Blok Madura.
"Kami menargetkan pendapatan lebih tinggi Rp 3 triliun dibanding tahun lalu yang mencapai sebesar Rp 16,3 triliun," ujarnya.
Kenaikan produksi akan didorong oleh naiknya produksi dari lapangan West Madura Offshore. "Sekarang hampir 80 persen dan ada kenaikan produksi. Di tahun ini banyak proyek, jadi investasinya akan besar," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































