Harga minyak dunia masih tinggi, di atas US$ 120 per barel meski sudah turun sebanyak US$ 1 pada perdagangan Senin. Posisi minyak semahal itu bisa berujung pada naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia.
Penurunan terjadi akibat banyak faktor, mulai dari rencana pertemuan kembali Iran dengan para pemimpin dunia mengenai program nuklir juga embargo minyak mereka, hingga bantuan suplai minyak dari produsen minyak terbesar di Afrika, yaitu Nigeria.
Selain itu, faktor lain yang mendukung turunnya harga minyak datang dari negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS), setelah jumlah tenaga kerja barunya melambat di Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan terakhir sebelum Paskah, harga minyak berhenti di posisi US$ 123,43 per barel, naik US$ 1,09.
Perdagangan minyak AS turun US$ 1,08 per barel ke posisi US$ 102,23, sempat turun ke posisi terendahnya di US$ 102,03. Kamis lalu, harganya ditutup US$ 103,31 per barel, naik 29 sen dolar AS dalam sepekan. (ang/dnl)










































