JK: Mobil 1.500 CC Wajib Beli Pertamax, Aturannya Rumit!

JK: Mobil 1.500 CC Wajib Beli Pertamax, Aturannya Rumit!

- detikFinance
Senin, 09 Apr 2012 15:57 WIB
JK: Mobil 1.500 CC Wajib Beli Pertamax, Aturannya Rumit!
Jakarta - Wacana untuk mewajibkan mobil 1.500 cc menggunakan bensin jenis pertamax (non subsidi) dinilai bakal sulit dilaksanakan. Alasannya mekanismenya bakalan rumit.

Demikian disampaikan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (9/4/2012).

"Mobil 1.500 cc wajib pakai pertamax? Memangnya setiap mengisi di SPBU harus periksa atau tunjukan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)? Memangnya bisa mudah membedakan mana mobil yang 1.500 cc mana yang di bawah? Rumit sekali itu,” kata JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan JK, kalaupun kebijakan itu diberlakukan, pengawasan di SPBU bakalan sulit. Karena mekanisme pelaksanaannya bakal rumit dan harus matang sekali. Sulit membedakan mobil berkapasitas 1.500 cc tersebut.

"Tentunya itu rumit sekali, tapi kalau memang itu yang dipilih maka harus dipersiapkan matang, khususnya pengawasannya di SPBU," ujar JK.

JK tak mempermasalahkan jika nantinya pemerintah menerapkan sanksi bagi kendaraan yang terbukti melanggar. "Mesti ada sanksinya, tapi bagaimana menetapkan sanksinya kalau penerapannya rumit, mau mengisi harus tunjukan STNK," tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana mendukung langkah pemerintah segera menerapkan arutan yang membatasi mobil kelas atas minum BBM bersubsidi.

Bahkan Sutan mengusulkan jika kendaraan Plat Merah ketahuan membeli BBM Bersubsidi bisa diberi sanksi penundaan kenaikan pangkat (PNS). Sedangkan kendaraan plat hitam cukup diberi sanksi moral seperti foto mobilnya disebar ke media sosial seperti Twitter dan lainnya atau bahkan dikorankan.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads