SBY: Rakyat yang Saya Cintai, Mari Hemat Listrik dan BBM

SBY: Rakyat yang Saya Cintai, Mari Hemat Listrik dan BBM

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 10 Apr 2012 11:13 WIB
SBY: Rakyat yang Saya Cintai, Mari Hemat Listrik dan BBM
Jakarta -

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hemat energi. Pasalnya, Presiden SBY melihat konsumsi energi terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin membengkak.

"Saat ini, kita dihadapkan pada harga minyak dunia yang terus melambung tinggi, cadangan minyak bumi yang terus menipis dan konsumsi BBM yang semakin membengkak kita sungguh harus hemat dalam menggunakan energi," ungkap SBY.

SBY menyampaikan hal ini dikutip detikFinance dalam situs resmi Sekretariat Kabinet RI, Selasa (10/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY menambahkan, penghematan energi tersebut sangat perlu dilakukan agar sumber daya dan anggaran belanja pemerintah tidak semakin terbebani oleh pengeluaran subsidi energi yang terlalu besar, sehingga anggaran itu dapat dipakai dengan lebih baik dan lebih tepat serta tidak membebani generasi mendatang.

Presiden juga mengimbau kepada golongan mampu dan golongan kaya untuk tidak menggunakan BBM yang disubsidi pemerintah karena secara moral hal itu tidak tepat.

Lebih jauh SBY mengimbau pula untuk memberantas kejahatan penyelundupan BBM ke luar negeri akibat adanya selisih harga BBM yang amat tinggi antara yang berlaku di Indonesia dengan yang ada di negara-negara lain, karena kejahatan itu akan dapat merusak ekonomi nasional.

"Sekali lagi kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita jaga ekonomi kita termasuk melakukan penghematan listrik dan BBM secara besar-besaran. Sebab kalau ekonomi kita terganggu rakyat jugalah yang akan mengalami kesulitan," kata SBY.

SBY telah mengeluarkan lima kebijakan nasional untuk melaksanakan penghematan nasional. Lima kebijakan tersebut adalah pertama pengamanan APBN-P 2012 karena tidak ada kenaikan harga BBM.

Kebijakan kedua peningkatan penerimaan negara yang masih dimungkinkan seperti dari sektor pertambangan.

"Saya melihat masih ada peluang untuk itu dengan cara yang baik. Ada sumber-sumber misalkan dari pertambangan tertentu bukan dengan menggenjot pajak di segala lini barangkali itu juga kontraproduktif tetapi betul-betul menambah sisi penerimaan negara," kata SBY beberapa waktu lalu.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads