Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Apr 2012 12:33 WIB

Produksi Minyak Minim, Tapi Kok RI Ekspor Minyak?

- detikFinance
Jakarta - Produksi minyak Indonesia saat ini rata-rata mencapai 930 ribu barel per hari (bph), namun dari jumlah tersebut sebagian ternyata di ekspor ke luar negeri. Padahal jumlah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri rata-rata diperkirakan 1,4 juta bph.

Untuk mencukup kebutuhan BBM dalam negeri tersebut Indonesia harus mengimpor minyak dari luar negeri. Lantas kebutuhan dalam negeri saja kurang mengapa harus diekspor produksi minyak kita?

Dikutip dari situs Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dikatakan produksi minyak mentah Indonesia terutama ditujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik, namun sebagian diekspor keluar negeri karena spesifikasinya tidak sesuai dengan kebutuhan kilang dalam negeri.

"Negara-negara yang membeli produksi minyak Indonesia di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Korea, Taiwan, Singapura dan lainnya. Jepang merupakan negara terbesar pembeli minyak Indonesia yakni pada 2010 mencapai 19,3% dari total ekspor minyak atau mencapai 23.407 ribu barel sedangkan pada 2011 sekitar 36.823 ribu barel (36,6%), sementara Amerika pada 2010 membeli minyak Indonesia sebanyak 4.779 ribu barel dan pada 2011 sekitar 5.553 ribu barel," demikian pernyataan Ditjen Migas.

Namun sejak 2004 hingga 2011 ekspor minyak Indonesia cenderung menurun, pada 2004 ekspor minyak Indonesia total mencapai 178.869 ribu barel, 2005 turun 159.703 ribu barel terus turun terakhir pada 2011 hanya 100.744 ribu barel.

Terkait kebutuhan BBM dalam negeri rata-rata mencapai 1,4 juta barel per hari artinya ada kekurangan pasokan BBM untuk dalam negeri, pemerintah melakukan impor minyak yang sesuai spesifikasi kilang minyak di Indonesia.

Kilang minyak Indonesia dibangun pada saat produksi minyak Indonesia masih sekitar 1,5 juta bph atau di atas kapasitas kilang (1,057 juta bph) dan masih dapat memenuhi konsumsi dalam negeri. Namun pada perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa produksi minyak semakin menurun dan di bawah kapasitas kilang dalam negeri, sementara konsumsi meningkat namun peningkatan kapasitas kilang sangat terbatas.

Terkait produksi 930 ribu bph tersebut, tidak seluruhnya dimiliki Negara, namun dibagi dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dimana 60% hasil produksi milik Negara 40% milik KKKS. Sehingga produksi 930 ribu bph tersebut yang menjadi bagian Negara hanya 586 ribu bph.

Terkait impor minyak pada 2011, Indonesia mendapatkan pasokan tambahan minyak dari sekitar 8 (delapan) Negara, pasokan terbesar ada dari Arab Saudi yakni pada 2011 mencapai 35.485.274 bph, dari Azerbaijan sebesar 19.505.368 bph, Nigeria sebesar 16,689.013 bph.



(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed