"Produksi minyak kita saat ini rata-rata sekitar 885.000 bph, memang ini masih jauh dari asumsi yang ditetapkan dalam APBN-P 2012, tapi untuk ke 900.000 mungkin bisa. Tapi kalau 930.000 bph itu membutuhkan usaha yang luar biasa," kata Kepala BP Migas, R Priyono ketika ditemui di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Menurut Priyono, salah satu yang membuat produksi minyak turun adalah faktor alam dan penurunan alami produksi minyak sebesar 10-15%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tersebut dikarenakan pada 2012 ini ada sekitar 34 proyek yang berjalan, sementara pada 2011 hanya ada 17 proyek saja, itu pun ditambah lambatnya pengambilan keputusan soal pengalihan saham West Madura Offshore (WMO).
"Namun pada Agustus atau September kami optimistis barel equvalen yang dihasilkan mencapai 2,5 juta," ucapnya.
(rrd/dnl)











































